reaksi alkilasi pada senyawa karbonil
Reaksi alkilasi
·
Benzena bereaksi
dengan haloalkana (ex = C2H5Br)
·
Menggunakan katalis
AlCl3, inilah yang membedakannya dengan reaksi halogenasi
·
Menghasilkan
halobenzena dan asam kuat
Berikut contoh reaksi alkilasi:
Salah satu reaksi yang paling penting dari
enolat adalah alkilasi oleh adanya perlakuan dengan alkil halida. Reaksi ini
sangat berguna untuk tujuan sintesis karena memungkinkan pembentukan ikatan
karbon-karbon baru, yaitu menggabungkan dua senyawa yang lebih kecil menjadi
molekul yang lebih besar. Alkilasi terjadi
bila anion enolat yang nukleofilik bereaksi dengan alkil halida yang
elektrofilik dan memaksa keluar ‘leaving group’ melalui mekanisme SN2. Reaksi
dapat terjadi pada atom oksigen enolat atau karbon alfa, tetapi secara normal
terjadi pada atom karbon.
Reaksi
alkilasi enolat dilakukan menggunakan alkil halida. Alkilasi terjadi bila anion
enolat (nukleofilik) bereaksi dengan alkil halida (elektrofilik) dan memaksa
lepasnya leaving group melalui mekanisme SN2. Reaksi dapat terjadi
pada atom oksigen enolat atau karbon alfa, tetapi secara normal terjadi pada
atom karbon.
· Sintesis Ester Malonat
Sintesis ester malonat merupakan salah satu reaksi alkilasi karbonil yang
terkenal dan tertua dan merupakan metoda yang bagus untuk membuat asam
asetat yang tersubstitusi α dari alkil halida.
Terdapat
2 jenis reaksi adisi gugus karbonil menjadi alkohol yang menggunakan reagen
organologam, yaitu :
A. Reagen Organolithium (Me-Li)
Reagen organolithium
ditandai dengan ikatan C-Li. Lithium kurang elektronegatif daripada karbon
sehingga ikatan C-Li dapat terpolarisasi menjadi C- +Li.
Reagen organolithium lebih reaktif daripada organomagnesium halida (Grignard)
dan diharapkan bertindak sebagai nukleofil dan basa yang baik. Reaksi logam
lithium pada suhu rendah dengan alkil halida dalam pelarut hidrokarbon
menghasilkan alkil litium. Organolithium bereaksi dengan aldehid, keton dan
ester untuk menghasilkan alkohol sebagai suatu reaksi adisi. Salah satu
contohnya dengan menggunakan keton membentuk alkohol tersier (3°) :
Reaksi dengan : (1) Aldehida membentuk alkohol
sekunder (2°), (2) Keton membentuk alkohol tersier (3°) dan (3) Ester membentuk
keton.
B. Reagen Grignard (MeMg-X)
Reagen Grignard merupakan senyawa alkil-/aril-
Magnesium Halida dengan rumus umum RMg-X, dimana X adalah halogen dan R adalah
gugus alkil atau aril. Reagen Grignard sederhana yang umum digunakan berupa CH3CH2MgBr.
Pada reaksi adisi Nukleofilik oleh reagen
Grignard, R bertindak sebagai nukleofil yang bermuatan parsial negatif (R:- +MgX).
Aldehida membentuk alkohol sekunder (2°) pada reaksi dengan pereaksi Grignard
dalam larutan eter. Sedangkan keton membentuk alkohol tersier (3°).
Pada reaksi Grignard, dimulai dari kompleksasi asam-basa Mg2+ ke
atom oksigen karbonil dari aldehida atau keton, sehingga membuat gugus karbon
karbonil menjadi Elektrofil yang baik. Penambahan Nukleofil R:- menghasilkan
intermediet tetrahedral Magnesium Alkoksida (-OMgX). Protonasi menggunakan air
atau asam encer secara terpisah dapat menghasilkan alkohol netral. Adisi
Grignard memiliki irreversibel yang lebih efektif karena
karbanion adalahleaving group yang terlalu buruk sehingga sulit
dilepaskan. Mekanisme reaksinya sebagai berikut :
3.3 Michael reactions
Reaksi
Michael adalah reaksi adisi nukleofilik terhadap senyawa α,β-karbonil tidak
jenuh yang memiliki suatu ikatan rangkap dua yang elektrofilik secara tidak
biasa (akibat resonansi).
Saat karbon betanya bersifat elektrofilik
karena membagi muatan positifnya secara parsial ke karbon karbonil melalui
resonansi, maka terjadi serangan pada gugus karbonil. Selanjutnya akan terjadi
protonasi pada oksigen yang menyebabkan adanya adisi 1,2. Sementara apabila
serangan terjadi pada posisi beta, maka atom oksigen akan bersifat nuklofilik,
dan adisi yang terjadi adalah 1,4 adisi.
3.4 Carbonyl condensation reactions
Reaksi
kondensasi adalah reaksi antara dua molekul atau lebih yang bergabung menjadi
satu molekul yang lebih besar, dengan melepas satu atau tanpa hilangnya suatu
molekul kecil (seperti air).
Kondensasi aldol adalah sebuah reaksi organik antara ion
enolat dengan senyawa karbonil , membentuk β-hidroksialdehida atau
β-hidroksiketon dan diikuti dengan dehidrasi, menghasilkan sebuah enon
terkonjugasi. Kondensasi aldol melibatkan adisi nukleofilik dari sebuah enolat
keton (nukleofil) ke sebuah karbon aldehida (elektrofil) yang membentuk
β-hidroksi keton atau sebuah "aldol" (aldehida + alkohol).
Kondensasi Aldol mengalami 2 tahap : reaksi
pembentukan karbanion (enolat keton) dan reaksi dehidrasi. Terdapat 2 jalur
reaksi yaitu menggunakan basa kuat (jalur enolat keton) dan menggunakan katalis
asam (jalur enol).
3.5 Asymmetric synthesis via enolates
Sintesis kiral juga disebut sintesis
asimetris, adalah sintesis yang mempertahankan atau memperkenalkan kiralitas
yang diinginkan. Pada prinsipnya, ada tiga metode yang berbeda untuk
menginduksi asimetri dalam reaksi. Ada dapat berupa satu atau beberapa pusat
stereogenik tertanam dalam merangsang kiralitas substrat dalam reaksi (kontrol
substrat) atau eksternal sumber menyediakan induksi kiral (kontrol reagen).
Dalam kedua kasus yangdiperoleh Stereoselektivitas mencerminkan perbedaan
energi antara transisi diastereomerik dasar.
Contoh reaksinya yaitu pada pembantu imida
kiral seperti Evans 'N-acyloxazolidinones (1.43) yang digunakan untuk alkilasi
asimetris dan asimetrisaldol kondensasi (Skema 1.10) :
3.6 Ring-forming reactions
Reaksi
pembentukan cincin atau reaksi penutupan cincin dalam kimia organik adalah
istilah untuk reaksi yang memperkenalkan satu atau lebih cincin ke dalam
molekul. Reaksi pembentukan heterosiklik adalah reaksi yang memperkenalkan
heterosiklik baru. Kelas-kelas penting dari reaksi pembentukan cincin termasuk
annotes dan sikloadisi.
Beberapa
reaksi pembentukan cincin yaitu :
1. Azide-alkyne
Huisgen cycloaddition
2. Bischler–Napieralski
reaction
3. Bucherer
carbazole synthesis
4. Danheiser
annulation
5. Diels–Alder
reaction
6. Fischer
indole synthesis
7. Larock
indole synthesis
8. Paal–Knorr
synthesis
9. Pictet–Spengler
reaction
10. Pomeranz–Fritsch reaction
11. Ring-closing metathesis
12. Robinson annulation
13. Skraup reaction
The Diels–Alder Cycloaddition Reaction. Diena terkonjugasi dapat mengalami reaksi
adisi dengan alkenamenghasilkan produk sikloheksena tersubstitusi. Misalnya
pada reaksi adisi 1,3-butadiena dengan 3-buten-2-on yang
membentuk 3-sikloheksenil metil keton sebagai produk.
Contoh diatas merupakan reaksi sikloadisi
Diels–Alder karena membentuk dua ikatan karbon–karbon dalam satu langkah untuk
membuat molekul siklik. Mekanisme sikloadisi Diels-Alder berbeda dari reaksi
lain karena tidak bersifat polar maupun radikal. Sebaliknya, reaksi Diels-Alder
adalah proses perisiklik (reaksi yang berlangsung dalam satu langkah melalui
redistribusi siklik dari elektron ikatan). Kedua reaktan hanya bergabung
bersama melalui keadaan transisi siklik di mana dua ikatan C-C baru terbentuk
pada saat yang sama.
Question???
1.
Salah satu reaksi yang
paling penting dari enolat adalah alkilasi oleh adanya perlakuan dengan alkil
halida. Reaksi ini sangat berguna untuk tujuan sintesis karena memungkinkan
pembentukan ikatan karbon-karbon baru, yaitu menggabungkan dua senyawa yang
lebih kecil menjadi molekul yang lebih besar. Nah bagaimana reaksi yang terjadi
dan juga proses dari reaksi tersebut sehingga dapat menggabungkan dua senyawa
yang lebih kecil menjadi molekul yang lebih besar?
2.
Bagaimmana proses atau
reaksi Organolithium bereaksi dengan aldehid, keton dan ester untuk
menghasilkan alkohol sebagai suatu reaksi adisi? Jelaskan!!
3. Alkilasi terjadi bila anion enolat yang nukleofilik bereaksi dengan alkil halida, dapatkah alkilasi terjadi bila nukleofilik tidak bereaksi dengan alkil halida??
3. Alkilasi terjadi bila anion enolat yang nukleofilik bereaksi dengan alkil halida, dapatkah alkilasi terjadi bila nukleofilik tidak bereaksi dengan alkil halida??

Baikah saya akan mencoba menjawab no 1
BalasHapusAlkilasi terjadi bila anion enolat yang nukleofilik bereaksi dengan alkil halida yang elektrofilik dan memaksa keluar ‘leaving group’ melalui mekanisme SN2. Reaksi dapat terjadi pada atom oksigen enolat atau karbon alfa, tetapi secara normal terjadi pada atom karbon.
Baiklah saya akan menjawab permasalahan anda nomor 2 :
BalasHapusReagen organolithium ditandai dengan ikatan C-Li. Lithium kurang elektronegatif daripada karbon sehingga ikatan C-Li dapat terpolarisasi menjadi C- +Li. Reagen organolithium lebih reaktif daripada organomagnesium halida (Grignard) dan diharapkan bertindak sebagai nukleofil dan basa yang baik. Reaksi logam lithium pada suhu rendah dengan alkil halida dalam pelarut hidrokarbon menghasilkan alkil litium. Organolithium bereaksi dengan aldehid, keton dan ester untuk menghasilkan alkohol sebagai suatu reaksi adisi. Salah satu contohnya dengan menggunakan keton membentuk alkohol tersier (3°) :
Reaksi dengan : (1) Aldehida membentuk alkohol sekunder (2°), (2) Keton membentuk alkohol tersier (3°) dan (3) Ester membentuk keton.
Baikah saya akan mencoba menjawab no 1dan no 2
BalasHapus1.Alkilasi terjadi bila anion enolat yang nukleofilik bereaksi dengan alkil halida yang elektrofilik dan memaksa keluar ‘leaving group’ melalui mekanisme SN2.
2.Reagen organolithium lebih reaktif daripada organomagnesium halida (Grignard) dan diharapkan bertindak sebagai nukleofil dan basa yang baik. Reaksi logam lithium pada suhu rendah dengan alkil halida dalam pelarut hidrokarbon menghasilkan alkil litium. Organolithium bereaksi dengan aldehid, keton dan ester untuk menghasilkan alkohol sebagai suatu reaksi adisi. Salah satu contohnya dengan menggunakan keton membentuk alkohol tersier (3°) :
Reaksi dengan : (1) Aldehida membentuk alkohol sekunder (2°), (2) Keton membentuk alkohol tersier (3°) dan (3) Ester membentuk keton.
Saya akan menjawab permasalahan 1. Alkilasi terjadi bila anion enolat yang nukleofilik bereaksi dengan alkil halida yang elektrofilik dan memaksa keluar ‘leaving group’ melalui mekanisme SN2. Reaksi dapat terjadi pada atom oksigen enolat atau karbon alfa, tetapi secara normal terjadi pada atom karbon.
BalasHapusReaksi SN2 sering kali terjadi pada pusat karbon sp3 alifatik dengan suatu gugus pergi yang bersifat stabil dan elektronegatif, menempel padanya (terkadang ditulis X), yang biasanya adalah suatu atom halida. Pemutusan ikatan C–X dan pembentukan ikatan baru (terkadang ditulis C–Y atau C–Nu) terjadi secara simultan melalui suatu keadaan transisi di mana suatu karbon yang menjadi target serangan nukleofilik adalah pentakoordinat, dan kira-kira terhibridisasi sp2.
Baiklah,disini saya akan mencoba menambahkan sedikit permaslahaan nomer 2 dari sodara indah.
BalasHapusReagen organolithium ditandai dengan ikatan C-Li. Lithium kurang elektronegatif daripada karbon sehingga ikatan C-Li dapat terpolarisasi menjadi C- +Li. Reagen organolithium lebih reaktif daripada organomagnesium halida (Grignard) dan diharapkan bertindak sebagai nukleofil dan basa yang baik. Reaksi logam lithium pada suhu rendah dengan alkil halida dalam pelarut hidrokarbon menghasilkan alkil litium
Permasalahan no 1 Organolithium bereaksi dengan aldehid, keton dan ester untuk menghasilkan alkohol sebagai suatu reaksi adisi. Salah satu contohnya dengan menggunakan keton membentuk alkohol tersier (3°) :
BalasHapusReaksi dengan : (1) Aldehida membentuk alkohol sekunder (2°), (2) Keton membentuk alkohol tersier (3°) dan (3) Ester membentuk keton.
No 2 Reagen organolithium lebih reaktif daripada organomagnesium halida (Grignard) dan diharapkan bertindak sebagai nukleofil dan basa yang baik. Reaksi logam lithium pada suhu rendah dengan alkil halida dalam pelarut hidrokarbon menghasilkan alkil litium. Organolithium bereaksi dengan aldehid, keton dan ester untuk menghasilkan alkohol sebagai suatu reaksi adisi.
BalasHapusSaya akan menjawab permasalahan 1. Alkilasi terjadi bila anion enolat yang nukleofilik bereaksi dengan alkil halida yang elektrofilik dan memaksa keluar ‘leaving group’ melalui mekanisme SN2. Reaksi dapat terjadi pada atom oksigen enolat atau karbon alfa, tetapi secara normal terjadi pada atom karbon.
BalasHapusReaksi SN2 sering kali terjadi pada pusat karbon sp3 alifatik dengan suatu gugus pergi yang bersifat stabil dan elektronegatif, menempel padanya (terkadang ditulis X), yang biasanya adalah suatu atom halida.
Saya akan mencoba menjawab permasalahan Anda yg ke-2:
BalasHapusReagen organolithium ditandai dengan ikatan C-Li. Lithium kurang elektronegatif daripada karbon sehingga ikatan C-Li dapat terpolarisasi menjadi C- +Li. Reagen organolithium lebih reaktif daripada organomagnesium halida (Grignard) dan diharapkan bertindak sebagai nukleofil dan basa yang baik. Reaksi logam lithium pada suhu rendah dengan alkil halida dalam pelarut hidrokarbon menghasilkan alkil litium. Organolithium bereaksi dengan aldehid, keton dan ester untuk menghasilkan alkohol sebagai suatu reaksi adisi. Salah satu contohnya dengan menggunakan keton membentuk alkohol tersier (3°) .
Saya akan menjawab
BalasHapusReaksi SN2 sering kali terjadi pada pusat karbon sp3 alifatik dengan suatu gugus pergi yang bersifat stabil dan elektronegatif, menempel padanya (terkadang ditulis X), yang biasanya adalah suatu atom halida. Pemutusan ikatan C–X dan pembentukan ikatan baru (terkadang ditulis C–Y atau C–Nu) terjadi secara simultan melalui suatu keadaan transisi di mana suatu karbon yang menjadi target serangan nukleofilik adalah pentakoordinat, dan kira-kira terhibridisasi sp2.
Saya akan menjawab permasalahan 1. Alkilasi terjadi bila anion enolat yang nukleofilik bereaksi dengan alkil halida yang elektrofilik dan memaksa keluar ‘leaving group’ melalui mekanisme SN2. Reaksi dapat terjadi pada atom oksigen enolat atau karbon alfa, tetapi secara normal terjadi pada atom karbon.
BalasHapusReaksi SN2 sering kali terjadi pada pusat karbon sp3 alifatik dengan suatu gugus pergi yang bersifat stabil dan elektronegatif, menempel padanya (terkadang ditulis X), yang biasanya adalah suatu atom halida.
Saya akan menjawab permasalahan 1. Alkilasi terjadi bila anion enolat yang nukleofilik bereaksi dengan alkil halida yang elektrofilik dan memaksa keluar ‘leaving group’ melalui mekanisme SN2. Reaksi dapat terjadi pada atom oksigen enolat atau karbon alfa, tetapi secara normal terjadi pada atom karbon.
BalasHapusReaksi SN2 sering kali terjadi pada pusat karbon sp3 alifatik dengan suatu gugus pergi yang bersifat stabil dan elektronegatif, menempel padanya (terkadang ditulis X), yang biasanya adalah suatu atom halida. Pemutusan ikatan C–X dan pembentukan ikatan baru (terkadang ditulis C–Y atau C–Nu) terjadi secara simultan melalui suatu keadaan transisi di mana suatu karbon yang menjadi target serangan nukleofilik adalah pentakoordinat, dan kira-kira terhibridisasi sp2.
Baiklah saya akan menjawab permasalahan anda nomor 2 :
BalasHapusReagen organolithium ditandai dengan ikatan C-Li. Lithium kurang elektronegatif daripada karbon sehingga ikatan C-Li dapat terpolarisasi menjadi C- +Li. Reagen organolithium lebih reaktif daripada organomagnesium halida (Grignard) dan diharapkan bertindak sebagai nukleofil dan basa yang baik. Reaksi logam lithium pada suhu rendah dengan alkil halida dalam pelarut hidrokarbon menghasilkan alkil litium. Organolithium bereaksi dengan aldehid, keton dan ester untuk menghasilkan alkohol sebagai suatu reaksi adisi.
saya jawab no 1 lkilasi terjadi bila anion enolat yang nukleofilik bereaksi dengan alkil halida yang elektrofilik dan memaksa keluar ‘leaving group’ melalui mekanisme SN2. Reaksi dapat terjadi pada atom oksigen enolat atau karbon alfa, tetapi secara normal terjadi pada atom karbon.
BalasHapusReaksi SN2 sering kali terjadi pada pusat karbon sp3 alifatik dengan suatu gugus pergi yang bersifat stabil dan elektronegatif, menempel padanya (terkadang ditulis X), yang biasanya adalah suatu atom halida. Pemutusan ikatan C–X dan pembentukan ikatan baru (terkadang ditulis C–Y atau C–Nu) terjadi secara simultan melalui suatu keadaan transisi di mana suatu karbon yang menjadi target serangan nukleofilik adalah pentakoordinat, dan kira-kira terhibridisasi sp2.